AI & Data Science

Causal AI dengan Python: Ukur Dampak Fitur Produk memakai DoWhy dan EconML

Pelajari cara mengukur dampak nyata fitur produk, kampanye, dan kebijakan dengan Python, DoWhy, serta EconML.

Diperbarui 26 Agu 2026id5 bagian · 20 pelajaran4 jam 30 menit
Belum ada ulasan
Level Intermediate
Kategori AI & Data Science
Perkiraan Durasi 4 jam 30 menit

Skill yang dibangun

Apa yang akan Anda pelajari

Merumuskan pertanyaan kausal dan membedakan korelasi dari dampak nyata fitur, kampanye, atau kebijakan.

Membuat causal graph serta mengidentifikasi treatment, outcome, confounder, dan asumsi identifikasi menggunakan Python.

Mengestimasi average treatment effect dengan DoWhy dan memvalidasi ketahanannya melalui refutation test.

Menggunakan EconML untuk menganalisis heterogeneous treatment effect dan menemukan segmen user yang paling responsif.

Membersihkan data produk, menghindari data leakage, membaca hasil estimasi, serta menyampaikan keterbatasan analisis secara bertanggung jawab.

Siapa Target Audiens Kursus Ini

Data analyst, data scientist pemula-menengah, machine learning engineer, product analyst, dan developer Python yang sudah memahami dasar Python, pandas, statistik dasar, serta konsep machine learning dan ingin mengukur dampak nyata dari fitur, kampanye, atau kebijakan menggunakan data produk.

Project outcomes

Apa yang Akan Anda Buat

Kamu akan membangun mini proyek analisis dampak fitur produk dari ujung ke ujung. Dataset simulasi berisi karakteristik user, status penggunaan fitur baru sebagai treatment, dan outcome seperti conversion atau revenue. Kamu akan membuat causal graph, mengestimasi dampak rata-rata dengan DoWhy, menjalankan refutation test, lalu memakai EconML untuk mencari segmen user yang memperoleh dampak paling besar. Hasil akhirnya berupa notebook analisis dan rekomendasi berbasis bukti untuk keputusan produk.

Konten Kursus

Fondasi Causal Inference untuk Analisis Produk

4 pelajaran | 125 menit
Dari Korelasi ke Pertanyaan Kausal
25 menit
Treatment, Outcome, Confounder, dan Causal Estimand
30 menit
Membaca Causal Diagram dengan DAG
35 menit
Menyiapkan Dataset Produk yang Siap Dianalisis
35 menit

Estimasi Dampak dengan DoWhy

4 pelajaran | 160 menit
Membuat Causal Model dengan DoWhy
40 menit
Mengestimasi Average Treatment Effect
45 menit
Refutation Test dan Sensitivity Check
40 menit
Debugging Asumsi dan Interpretasi Hasil
35 menit

Heterogeneous Treatment Effect dengan EconML

4 pelajaran | 175 menit
ATE, CATE, dan Individual Treatment Effect
35 menit
Estimasi CATE dengan LinearDML
50 menit
Menemukan Segment User yang Responsif
45 menit
Validasi Model dan Batasan Interpretasi
45 menit

Eksperimen Produk dan Komunikasi Insight Kausal

4 pelajaran | 150 menit
A/B Test sebagai Gold Standard Kausal
35 menit
Membandingkan Eksperimen dan Data Observasional
40 menit
Dari Estimasi ke Keputusan Product
35 menit
Menyusun Causal Analysis Report yang Reproducible
40 menit

Proyek Akhir: Membangun Product Feature Impact Analyzer

4 pelajaran | 300 menit
Perancangan & Setup Product Feature Impact Analyzer
60 menit
Implementasi Pipeline DoWhy untuk ATE
75 menit
Integrasi EconML untuk Segmentasi Dampak
75 menit
Pengujian, Laporan, dan Presentasi Rekomendasi
90 menit

Deskripsi Kursus

Banyak tim produk melihat korelasi lalu buru-buru menyimpulkan bahwa sebuah fitur meningkatkan retention atau revenue. Padahal, user yang memakai fitur bisa saja memang sudah lebih aktif sejak awal. Kursus ini membantu kamu membedakan korelasi dari dampak kausal dengan pendekatan Causal AI yang bisa dipakai dalam pekerjaan nyata.

Kamu akan mulai dari pertanyaan kausal, causal graph, confounding, treatment, outcome, dan estimand. Setelah fondasinya kebangun, kamu akan mengolah data produk dengan pandas, melakukan estimasi dampak memakai DoWhy, lalu memperkirakan heterogeneous treatment effect menggunakan EconML. Setiap konsep langsung dihubungkan ke skenario fitur produk, eksperimen, kampanye, dan kebijakan.

Kodenya dibangun bertahap menggunakan Python 3.10+ dan library yang benar-benar tersedia. Kamu akan mengikuti worked example yang runnable, membedah hasilnya, mengenali asumsi model, serta menjalankan refutation test. Di akhir, kamu punya workflow yang lebih rapi untuk menjawab pertanyaan seperti: apakah fitur baru benar-benar meningkatkan conversion, dan segmen user mana yang paling diuntungkan?

Format belajarnya praktis: ada guided practice untuk mengetik kode langkah demi langkah, lalu independent practice untuk menguji kemampuanmu pada skenario baru. Jadi bukan cuma hafal API, tapi ngerti kapan hasil kausal layak dipercaya dan kapan harus berhenti dulu karena datanya belum cukup.

Rating & Ulasan

0 ratings