AI & Data Science

Membangun Benchmark Evaluasi Model Bahasa Indonesia yang Reproducible

Rancang benchmark Bahasa Indonesia dengan label terukur, analisis kegagalan, dan eksperimen yang dapat diulang.

Diperbarui 28 Agu 2026id5 bagian · 20 pelajaran4 jam 30 menit
Belum ada ulasan
Level Intermediate
Kategori AI & Data Science
Perkiraan Durasi 4 jam 30 menit

Skill yang dibangun

Apa yang akan Anda pelajari

Merumuskan tujuan evaluasi, unit analisis, skema label, dan kriteria keberhasilan untuk tugas klasifikasi Bahasa Indonesia.

Membangun pipeline dataset yang mencatat sumber data, validasi skema, deduplikasi, pembagian data, dan seed agar hasil dapat direproduksi.

Menilai konsistensi label serta membandingkan metrik agregat dan metrik per kelompok untuk menemukan bias atau celah cakupan benchmark.

Menganalisis prediksi salah secara sistematis, mengelompokkan failure mode, dan menyusun eksperimen pembanding yang dapat memisahkan dampak data, model, dan konfigurasi.

Siapa Target Audiens Kursus Ini

Peserta yang sudah memahami Python, pandas, konsep dasar machine learning terawasi, pembagian data latih dan uji, serta metrik klasifikasi seperti accuracy, precision, recall, dan F1-score. Kursus ini ditujukan bagi data scientist, machine learning engineer pemula-menengah, peneliti, atau pengembang produk AI yang ingin meningkatkan kemampuan merancang dataset evaluasi, menilai kualitas label, menganalisis kegagalan model, dan membuat eksperimen model Bahasa Indonesia yang dapat direproduksi.

Project outcomes

Apa yang Akan Anda Buat

Peserta akan membangun repositori benchmark klasifikasi teks Bahasa Indonesia yang berisi format dataset tervalidasi, konfigurasi eksperimen, skrip pembagian data dan evaluasi, laporan metrik, serta analisis kesalahan. Proyek ini dapat dijalankan ulang pada lingkungan yang sama untuk membandingkan model atau perubahan dataset secara terukur.

Konten Kursus

Merumuskan Pertanyaan Evaluasi yang Dapat Dipercaya

4 pelajaran | 140 menit
Skor Tinggi Tidak Selalu Berarti Model Berguna
30 menit
Menentukan Unit, Populasi, dan Konteks Evaluasi
35 menit
Membaca Metrik sebagai Bukti, Bukan Hiasan Laporan
40 menit
Spesifikasi Benchmark dan Kriteria Penerimaan
35 menit

Merancang Dataset dan Menjaga Kualitas Label

4 pelajaran | 175 menit
Skema Data yang Menyimpan Konteks Secukupnya
40 menit
Sampling untuk Keberagaman Bahasa Indonesia
45 menit
Ketika Dua Annotator Tidak Sepakat
45 menit
Mendeteksi Duplikasi, Leakage, dan Artefak Sumber
45 menit

Membuat Jalur Evaluasi yang Reproducible

4 pelajaran | 170 menit
Struktur Repository untuk Data, Kode, dan Artefak
35 menit
Mengunci Environment dan Parameter Eksperimen
40 menit
Pipeline dari Prediksi ke Laporan Metrik
50 menit
Menguji Benchmark sebelum Mempercayai Hasilnya
45 menit

Membaca Kegagalan Model dan Menulis Kesimpulan yang Bertanggung Jawab

4 pelajaran | 165 menit
Confusion Matrix sebagai Peta Kesalahan
35 menit
Slice Evaluation untuk Variasi Teks Indonesia
45 menit
Menguji Apakah Selisih Skor Layak Dipercaya
45 menit
Laporan Evaluasi yang Memisahkan Fakta dan Interpretasi
40 menit

Proyek Akhir: Membangun Benchmark Klasifikasi Keluhan Bahasa Indonesia

4 pelajaran | 315 menit
Perancangan Spesifikasi dan Setup Repository
60 menit
Penyusunan Dataset, Label, dan Split
75 menit
Integrasi Pipeline Evaluasi dan Analisis Slice
90 menit
Pengujian Ulang, Laporan, dan Presentasi Hasil
90 menit

Deskripsi Kursus

Evaluasi model Bahasa Indonesia sering menghasilkan angka yang sulit ditafsirkan karena dataset tidak mewakili tujuan penggunaan, label tidak konsisten, atau pembagian data memungkinkan kebocoran informasi. Kursus ini membahas cara merancang benchmark yang menghubungkan definisi tugas, kualitas anotasi, karakteristik data, dan metrik evaluasi dengan perilaku model yang dapat diamati.

Peserta akan menyusun skema data dan label, membuat pembagian data yang dapat direproduksi, memeriksa konsistensi anotasi, serta membandingkan beberapa konfigurasi model secara terkontrol. Analisis tidak berhenti pada satu skor agregat: kita akan memeriksa performa per kategori, menemukan pola kegagalan, dan menguji apakah perubahan data atau konfigurasi benar-benar menghasilkan perbaikan.

Di akhir kursus, peserta memiliki proyek benchmark yang menyimpan dataset, konfigurasi, skrip evaluasi, hasil eksperimen, dan laporan analisis. Pendekatan ini membantu membedakan perubahan yang kebetulan dari perubahan yang dapat diulang, sekaligus memperjelas batas interpretasi hasil ketika data, label, atau cakupan bahasa tidak sempurna.

Rating & Ulasan

0 ratings