Membangun Rule Engine yang Dapat Diaudit dengan Python
Bangun rule engine Python yang memisahkan aturan bisnis, mencatat keputusan, dan dapat diuji serta diaudit secara sistematis.
Bangun simulator CPU dengan Python untuk membandingkan FCFS, SJF, dan Round Robin melalui data, perhitungan, dan validasi hasil.
Skill yang dibangun
Merepresentasikan proses, waktu kedatangan, burst time, dan quantum menggunakan struktur data Python yang sesuai.
Mengimplementasikan FCFS, SJF, dan Round Robin dengan aturan tie-breaking serta perubahan state yang eksplisit.
Menghitung dan memeriksa waiting time, turnaround time, response time, serta rata-rata metrik dari timeline eksekusi.
Menguji simulator menggunakan kasus normal dan kasus batas, lalu menjelaskan trade-off algoritma berdasarkan hasil yang dapat direproduksi.
Pemula yang sudah memahami dasar Python seperti variabel, percabangan, perulangan, fungsi, list, dan dictionary, tetapi belum memahami hubungan antara struktur data, algoritma, dan konsep sistem operasi. Kursus ini cocok bagi mahasiswa atau calon programmer yang ingin berlatih membangun program simulasi dari spesifikasi yang jelas, membaca hasil perhitungan secara kritis, serta membandingkan keputusan algoritmik melalui proyek kecil yang terukur.
Project outcomes
Peserta akan membangun simulator penjadwalan CPU berbasis Python yang menerima daftar proses beserta waktu kedatangan dan burst time, menjalankan FCFS, SJF, atau Round Robin, kemudian menampilkan timeline eksekusi, urutan proses, dan metrik kinerja. Simulator juga dapat digunakan untuk membandingkan dampak perubahan quantum, pola kedatangan, serta durasi proses terhadap hasil penjadwalan.
Penjadwalan CPU menentukan proses mana yang memperoleh waktu eksekusi ketika beberapa proses menunggu. Kursus ini mengajak kita melihat masalah tersebut sebagai kombinasi antara data, aturan algoritmik, dan perubahan state, bukan sekadar rangkaian langkah untuk dihafalkan. Setiap keputusan scheduler akan dikaitkan dengan metrik yang dapat dihitung, seperti waiting time, turnaround time, dan response time.
Kita mulai dari representasi proses menggunakan struktur data Python, lalu menerapkan First-Come, First-Served (FCFS), Shortest Job First (SJF), dan Round Robin. Implementasi dibangun bertahap dari spesifikasi yang jelas agar hubungan antara input, urutan eksekusi, timeline CPU, dan output dapat diperiksa. Asumsi seperti waktu kedatangan, durasi burst, tie-breaking, dan quantum dinyatakan secara eksplisit karena perubahan kecil pada asumsi dapat mengubah hasil simulasi.
Di akhir kursus, peserta memiliki simulator berbasis Python yang dapat menerima daftar proses, menghasilkan urutan eksekusi dan metrik penjadwalan, serta membandingkan perilaku setiap algoritma. Validasi dilakukan dengan kasus sederhana, kasus batas, dan pemeriksaan manual sehingga peserta belajar membedakan hasil yang benar dari program yang hanya berhasil dijalankan tanpa error.
Bangun rule engine Python yang memisahkan aturan bisnis, mencatat keputusan, dan dapat diuji serta diaudit secara sistematis.
Bangun aplikasi flashcard berbasis Python dengan penyimpanan data dan algoritma pengulangan berjarak untuk belajar lebih teratur.
Bangun pipeline yang menandatangani, menghasilkan, dan memverifikasi provenance artefak dengan Sigstore dan in-toto.
Bangun interpreter mini dengan Python sambil mempelajari lexer, parser, AST, dan evaluator melalui implementasi bertahap.