Membangun Website Statis dengan Hugo dan Deploy ke Cloudflare Pages
Buat website statis cepat dengan Hugo, kelola konten menggunakan Markdown, dan deploy gratis ke Cloudflare Pages dalam hitungan menit.
Petakan aplikasi Node.js lokal ke AWS: kelola komputasi, storage, basis data terkelola, dan bangun integrasi asinkron via SQS yang tahan kegagalan.
Skill yang dibangun
Mendiagnosis titik kegagalan pada arsitektur server tunggal dan memetakan solusinya ke layanan komputasi, storage, serta basis data AWS.
Menerapkan kebijakan keamanan berbasis least privilege menggunakan AWS IAM Role dan Policy untuk mengamankan akses antarkomponen aplikasi.
Mengisolasi berkas statis dan database transaksional dari lapisan komputasi menggunakan Amazon S3 dan Amazon RDS.
Mendesain integrasi asinkron dengan Amazon SQS guna memisahkan beban kerja intensif dari siklus hidup HTTP API.
Mengonfigurasi Dead-Letter Queue (DLQ) dan strategi retrying terukur untuk menangani pesan yang gagal diproses oleh worker service.
Menelusuri metrik operasional dan menganalisis log kesalahan sistem terdistribusi menggunakan Amazon CloudWatch.
Pengembang web backend atau fullstack yang telah menguasai dasar Node.js, HTTP API, dan query SQL dasar, serta ingin melangkah ke tahap lanjutan dalam menangani komunikasi asynchronous dan keandalan integrasi sistem terdistribusi.
Project outcomes
Sistem backend terdistribusi untuk pemrosesan berkas asinkron: API berbasis Node.js yang menerima metadata unggahan, mengamankan objek di Amazon S3, menerbitkan pesan tugas ke antrean Amazon SQS, serta worker process mandiri di EC2 yang memproses antrean tersebut, menyimpan status akhir ke Amazon RDS, dan mengalirkan pesan rusak ke Dead-Letter Queue.
Mengembangkan API di lingkungan lokal sering kali menyembunyikan batasan infrastruktur yang sebenarnya. Memori tampak berlimpah, penyimpanan lokal dianggap permanen, dan proses latar belakang yang berat kerap dijejalkan langsung ke dalam event loop Node.js. Ketika aplikasi menerima lonjakan lalu lintas atau menghadapi kegagalan jaringan antarlayanan, arsitektur yang tidak terisolasi akan mulai mengalami degradasi performa hingga downtime. Beralih ke cloud bukan sekadar menyewa komputer jarak jauh untuk menjalankan skrip yang sama, melainkan menata ulang batas-batas tanggung jawab sistem.
Melalui pendekatan adaptif yang memadukan penalaran arsitektural dan implementasi terpandu, kursus ini mengupas layanan inti Amazon Web Services (AWS) dari sudut pandang pengembang backend. Kita akan menelaah bagaimana Virtual Private Cloud (VPC) mengisolasi jaringan, bagaimana AWS Identity and Access Management (IAM) membatasi wewenang runtime, serta bagaimana Amazon EC2, S3, dan RDS bekerja sama menggantikan tumpukan server tunggal. Dari sana, fokus diarahkan pada penyelesaian masalah ketahanan: memindahkan tugas-tugas berat keluar dari siklus HTTP request-response menggunakan Amazon Simple Queue Service (SQS).
Setiap materi menekankan trade-off rekayasa perangkat lunak yang nyata: kapan sistem memerlukan pemrosesan asinkron, bagaimana mengelola pesan yang gagal diproses tanpa memicu kebocoran data, dan bagaimana memantau perilaku layanan terdistribusi melalui Amazon CloudWatch. Anda tidak diajak menghafal antarmuka konsol, melainkan dilatih memahami konsekuensi teknis dari setiap keputusan infrastruktur yang diambil.
Buat website statis cepat dengan Hugo, kelola konten menggunakan Markdown, dan deploy gratis ke Cloudflare Pages dalam hitungan menit.
Bangun deployment multi-environment yang aman, konsisten, dan mudah diaudit dengan Kubernetes, Argo CD, GitOps, serta OpenTofu.
Bangun galeri foto kolaboratif real-time dengan Firebase, Firestore, Storage, dan JavaScript tanpa mengelola server sendiri.
Bangun data lakehouse scalable dan hemat biaya dengan Amazon S3, Apache Iceberg, dbt, dan Trino untuk analitik SQL modern.